
Viral di Twitter Hantu Noni Belanda Istana Negara
Ajudan Gus Dur Cerita Pengalaman Saat Bertugas
Saya sengaja menulis kembali kisah ini dari berbagai sumber kejadian di tahun 2023
Misteri Tiga Penghuni Tak Kasat Mata di Istana
istana Negara Istberfungsi sebagai kediaman resmi Presiden dan keluarganya. Bangunan yang menghadap Sungai Ciliwung di Jalan Veteran ini terletak tepat di belakang Istana Merdeka yang menghadap Monas, dengan sebuah Halaman Tengah menyatukan keduanya.
Di sekitar kedua istana ini, tiga kabar misteri paling terkenal sering beredar:
Sosok lelaki berkulit terang (bule) yang kerap mondar-mandir sambil merokok.
Penampakan perempuan berambut panjang dan berpakaian putih yang bergelantungan di dahan Pohon Buni besar. Sosok ini dikenal suka menangis, tiba-tiba tertawa nyaring, dan suka mengusili orang.

Gambaran seorang gadis belia cantik khas Eropa, yang biasa masyarakat sebut “Noni Belanda”. Ia selalu tampak dengan gaun renda dan rambut pirang yang cuma terlihat sekilas.
Cerita turun-temurun menyebut gadis ini mengakhiri hidupnya karena kisah cintanya dengan pemuda pribumi tak mendapat restu. Orang sering mendengar suara tangisannya yang tersedu-sedu.
Umumnya, tidak ada saksi yang melihat penampakan-penampakan itu dengan jelas. Penampakan biasanya hanya tampak sekelebat lalu lenyap. Kabar mistis seperti ini kerap muncul dari area istana, mungkin karena bangunan utamanya sudah berdiri sejak 1796 pada era Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten.
Kesaksian Langsung dari Ajudan Presiden Gus Dur
Salah satu kesaksian langsung datang dari mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia membagikan pengalaman mistisnya lewat Twitter dan langsung menyita perhatian warganet. Sebuah video di kanal YouTube RJL 5 – Fajar Aditya pada 16 Desember 2021 juga menceritakan pengalaman Priyo Sambadha, salah satu ajudan setia Gus Dur.
Priyo Sambadha mengabdi di Istana Negara selama sekitar 14 hingga 15 tahun pada era Gus Dur, sehingga ia sangat hapal dengan setiap sudut istana. Total, masa pengabdiannya mencapai 30 tahun, dari 1986 hingga 2014.
Perlu catatan, Istana Negara pernah menjadi rumah bagi Presiden Soekarno dan keluarganya. Namun, Presiden Soeharto dan Habibie memilih tinggal di kediaman pribadi. Istana Negara kembali berfungsi sebagai rumah dinas presiden ketika Gus Dur menjabat, mengingat jarak rumah pribadinya di Cianjur yang cukup jauh.
Sebagai ajudan, Pak Priyo mendapatkan kamar di Wisma Negara, sebuah bangunan 6 lantai di dalam kompleks istana yang pembangunannya berlangsung sejak era Presiden Soekarno. Gedung tua semacam ini seringkali menyimpan memori atau kesan tersendiri dari masa lalunya.
Pengalaman Mencekam di dalam Lift Wisma Negara
Suatu malam, sepulang mendampingi seluruh agenda Presiden Gus Dur, Pak Priyo baru kembali ke Wisma Negara jauh lewat tengah malam. Dalam keadaan lelah, ia harus melewati area Pohon Buni besar yang mengeluarkan aura sangat mencekam. Ia pun berdoa dalam hati, tidak berani menengadah, dan bergegas masuk ke dalam gedung wisma.
Suasana horor gedung tua semakin ia rasakan saat ia memasuki lift menuju kamarnya di lantai 3.
Ia merasa ada yang mengikutinya. Tiba-tiba, lift yang ia tumpangi menolak berhenti di lantai tiga meski tombolnya sudah ia tekan berulang kali. Lift malah terus melaju naik dan akhirnya berhenti di lantai 6, sebuah lantai yang hanya berisi aula dan terkenal sangat angker menurut cerita yang beredar.
Dengan hati pasrah, Pak Priyo melihat pintu lift terbuka. Cahaya dari dalam lift menyinari ruangan gelap yang hanya berisi beberapa meja dan kursi kosong. Di sana, dengan posisi membelakangi, duduk seorang wanita berambut pirang bersanggul, mengenakan rok renda yang indah. Wanita itu terus menangis tersedu-sedu.
Dalam ketakutan yang mencekam, Pak Priyo berulang kali menyebut nama Tuhan sambil terus menekan tombol lift, namun panel tombol tidak memberi respon sama sekali. Perlahan-lahan, wanita itu menoleh ke arahnya sambil mengusap air mata dengan gerakan yang anggun. Pak Priyo sempat melihat wajahnya yang sangat cantik khas Eropa. Wanita itu kemudian memberinya sebuah senyuman, dan seketika itu juga pintu lift langsung menutup dengan sendirinya.
Lift akhirnya turun dan membukakan pintunya di lantai 3. Pak Priyo segera berlari masuk ke kamarnya. Akan tetapi, sepanjang malam itu ia tidak bisa memejamkan mata karena terus mendengar suara alunan piano dan suara riuh beberapa orang seolah berada di dalam kamarnya.
Perubahan Sikap Setelah Pertemuan Gaib
Yang aneh, setelah kejadian malam itu, Pak Priyo justru sama sekali tidak merasa takut lagi setiap kali harus pulang larut malam sendirian. Ia memaknai kejadian tersebut sebagai sebuah bentuk “sambutan” atau penerimaan dari penghuni tak kasat mata di wisma itu atas kehadirannya.
Sejak momen itu, ia memutuskan untuk tidak lagi menanyakan atau mendengarkan berbagai cerita misterius seputar istana. Dan benar, tidak ada lagi kejadian horor yang ia alami selama sisa masa tugasnya.
Terima kasih banyak untuk yang sudah meluangkan waktu membaca, like, komen, dan share. Apabila ada kesalahan kata atau informasi, saya mohon maaf dan silakan dikoreksi
![]()

Cerita turun-temurun menyebut gadis ini mengakhiri hidupnya karena kisah cintanya dengan pemuda pribumi tak mendapat restu. Orang sering mendengar suara tangisannya yang tersedu-sedu.




